IDXChannel - Perusahaan induk Google, Alphabet, memperoleh laba sebesar USD62,6 miliar atau sekitar Rp1.086 triliun pada Januari-Maret 2026.
Dilansir dari AP pada Kamis (30/4/2026), angkanya meningkat 81 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, pendapatan naik 22 persen menjadi USD109,9 miliar. Kedua angka tersebut jauh melampaui proyeksi para analis.
Alhasil, harga saham Alphabet naik lebih dari enam persen setelah angka-angka tersebut dirilis. Harganya berpotensi mencapai level tertinggi baru saat sesi reguler hari ini.
Nilai pasar perusahaan saat ini mencapai USD4,2 triliun, naik dari USD1,9 triliun hanya setahun yang lalu.
Jika saham Alphabet terus menguat, valuasi induk Google itu dapat mendekati USD4,5 triliun.
Divisi Google yang paling cepat berkembang adalah divisi Cloud-nya. Divisi ini sukses memanfaatkan booming kecerdasan buatan (AI) untuk menjual lebih banyak produk dan layanan kepada pelanggan korporat dan lembaga pemerintah. Pendapatan Google Cloud melonjak 63 persen menjadi USD20 miliar.
Kesuksesan divisi Cloud merupakan tanda bahwa pengeluaran besar Alphabet untuk AI sejauh ini membuahkan hasil, meskipun banyak yang khawatir perusahaan itu terlalu banyak menginvestasikan uang ke dalam teknologi yang masih baru dan belum terbukti.
Namun, Alphabet bertaruh bahwa lebih baik menghabiskan terlalu banyak uang untuk AI daripada terlalu pelit dan berisiko tertinggal. (Wahyu Dwi Anggoro)