Setelah Nvidia memberikan kinerja luar biasa yang jauh melampaui perkiraan analis dalam laporan triwulanan terakhirnya, harga sahamnya justru turun tiga persen selama perdagangan hari berikutnya.
Antusiasme meningkat lagi selama bulan lalu karena empat perusahaan yang memimpin pengembangan AI — Amazon, Microsoft, Alphabet (induk Google), dan Meta Platforms (induk Facebook) — secara kolektif berkomitmen untuk menghabiskan sekitar USD650 miliar tahun ini untuk meningkatkan daya komputasi AI mereka.
Sebagian besar uang tersebut diperkirakan akan dialokasikan untuk membeli lebih banyak chip Nvidia yang dibutuhkan untuk mendukung pabrik AI.
Demam AI mengubah Nvidia dari pembuat chip yang kurang dikenal dengan nilai kurang dari USD400 miliar pada akhir 2022 menjadi pemimpin sektor yang kini bernilai hampir USD4,7 triliun. Kenaikan harga saham Nvidia menjadikannya kekuatan penggerak pasar. (Wahyu Dwi Anggoro)