IDXChannel — Produsen mobil Jerman Mercedes-Benz akan menginvestasikan USD4 miliar (sekitar Rp67,7 triliun) di pabrik Alabama, Amerika Serikat (AS) hingga 2030.
Ini dilakukan untuk meningkatkan produksi SUV sebagai upaya untuk mengatasi tarif otomotif AS yang signifikan.
Secara total, produsen mobil mewah Mercedes-Benz mengatakan pihaknya berencana untuk menginvestasikan lebih dari USD7 miliar (sekitar Rp118,6 triliun) dalam operasi di AS dalam beberapa tahun mendatang.
Perusahaan tersebut memindahkan hingga 500 pekerjaan dari berbagai lokasi di seluruh negeri ke pusat penelitian dan pengembangan baru yang canggih di Atlanta.
Dilansir dari Reuters (31/3/2026), Mercedes-Benz tahun lalu mengatakan akan memindahkan produksi SUV GLC dari Jerman ke Tuscaloosa, Alabama.
Pada bulan Februari, Mercedes mengatakan laba operasi grup turun lebih dari setengahnya menjadi 5,8 miliar euro (sekitar Rp112,7 triliun), sebagian karena biaya tarif sebesar 1 miliar euro (sekitar Rp19,4 triliun).
Dengan hal tersebut, Mercedes melaporkan penjualan mobil penumpang di AS naik 1 persen menjadi 303.000 unit tahun lalu.
CEO Mercedes Amerika Utara Jason Hoff mengatakan, rencana pemindahan GLC sebagian disebabkan oleh tarif di mana para produsen mobil menghadapi tarif tinggi yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump terhadap kendaraan dan suku cadang impor.
"Memiliki produksi lokal untuk produk-produk dengan volume terbesar sangat masuk akal dari sudut bisnis," kata Hoff.
(Eugenia Siregar)