Pada bulan Februari, Mercedes mengatakan laba operasi grup turun lebih dari setengahnya menjadi 5,8 miliar euro (sekitar Rp112,7 triliun), sebagian karena biaya tarif sebesar 1 miliar euro (sekitar Rp19,4 triliun).
Dengan hal tersebut, Mercedes melaporkan penjualan mobil penumpang di AS naik 1 persen menjadi 303.000 unit tahun lalu.
CEO Mercedes Amerika Utara Jason Hoff mengatakan, rencana pemindahan GLC sebagian disebabkan oleh tarif di mana para produsen mobil menghadapi tarif tinggi yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump terhadap kendaraan dan suku cadang impor.
Baca Juga:
"Memiliki produksi lokal untuk produk-produk dengan volume terbesar sangat masuk akal dari sudut bisnis," kata Hoff.
(Eugenia Siregar)