sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Meta Tutup Bisnis Metaverse usai Rugi Rp1.240 Triliun

Technology editor Rahmat Fiansyah
19/03/2026 19:00 WIB
Meta menghentikan platform realitas virtual (VR) andalannya, Horizon Worlds usai rugi USD80 miliar atau setara dengan Rp1.240 triliun.
Meta menghentikan platform realitas virtual (VR) andalannya, Horizon Worlds usai rugi USD80 miliar atau setara dengan Rp1.240 triliun. (Foto: Ist)
Meta menghentikan platform realitas virtual (VR) andalannya, Horizon Worlds usai rugi USD80 miliar atau setara dengan Rp1.240 triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel - Meta menghentikan platform realitas virtual (VR) andalannya, Horizon Worlds, menandai berakhirnya ambisi besar perusahaan teknologi tersebut di sektor metaverse. Langkah itu dilakukan usai Meta mengeluarkan dana sedikitnya USD80 miliar atau Rp1.240 triliun.

Platform sosial VR tersebut akan dihapus dari perangkat Quest mulai 15 Juni 2026. Aplikasi ini juga akan hilang dari toko Quest pada akhir Maret dan hanya tersisa dalam bentuk aplikasi mobile dengan posisi baru sebagai pesaing platform seperti Roblox dan Fortnite.

Keputusan ini menjadi sinyal paling jelas bahwa strategi metaverse yang sebelumnya diusung Meta kini mulai ditinggalkan secara perlahan.

Horizon Worlds pertama kali diluncurkan pada akhir 2021, namun gagal menarik pengguna dalam jumlah besar. Platform ini hanya mampu menjangkau beberapa ratus ribu pengguna aktif bulanan, jauh dari target ambisius perusahaan.

Divisi Reality Labs yang bertanggung jawab atas pengembangan VR dan metaverse mencatat akumulasi kerugian hampir USD80 miliar sejak 2020. Pada kuartal IV saja, divisi tersebut membukukan rugi operasional lebih dari USD6 miliar.

Awalnya, tingginya biaya investasi menjadi alasan Meta tetap bertahan di metaverse. CEO Meta, Mark Zuckerberg, bahkan sempat memproyeksikan metaverse akan menjangkau satu miliar pengguna dan menghasilkan ratusan miliar dolar dari aktivitas ekonomi digital.

Namun, arah bisnis berubah sejak kemunculan teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT pada akhir 2022. Meta pun mulai mengalihkan fokusnya ke pengembangan AI, didukung oleh tim riset yang dipimpin ilmuwan Yann LeCun.

Perubahan strategi ini berdampak positif terhadap kinerja perusahaan. Pendapatan iklan membaik dan harga saham Meta pulih signifikan hingga hampir tiga kali lipat dari posisi terendah pada 2022.

Sementara itu, bisnis metaverse terus mengalami tekanan. Pada Januari 2026, Meta memangkas sekitar 10 persen tenaga kerja di Reality Labs atau sekitar 1.500 karyawan serta menutup sejumlah studio game VR.

Vice President Content Reality Labs Meta, Samantha Ryan, menyatakan perusahaan masih berkomitmen pada pengembangan VR, meskipun dengan pendekatan berbeda.

“Kami menggandakan investasi pada ekosistem pengembang VR sambil mengalihkan Horizon Worlds ke platform mobile,” katanya dikutip dari Quartz, Kamis (19/3/2026).

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement