Namun, untuk chip H200, Nvidia disebut bersikap jauh lebih ketat.
"Namun untuk H200, perusahaan tersebut sangat ketat dalam menegakkan persyaratan mengingat kurangnya kejelasan apakah regulator Tiongkok akan menyetujui pengiriman tersebut,” kata sumber tersebut.
Struktur pembayaran seperti itu untuk H200 secara efektif akan mentransfer risiko keuangan dari Nvidia kepada pelanggannya, yang harus menginvestasikan modal tanpa kepastian bahwa Beijing akan menyetujui impor chip atau bahwa mereka akan dapat menerapkan teknologi tersebut sesuai rencana. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)