“Kami memperkirakan, layanan verifikasi akun baru ini tidak akan melampaui satu atau dua persen dari total pendapatan selama 18 bulan ke depan,” kata Angelo Zino dari lembaga riset CFRA.
Ia mengatakan, Meta mungkin akan terus mencari cara lain untuk memonetisasi kedua miliar penggunanya, ketika pemain besar lain seperti Netflix mungkin akan mengambil sebagian pendapatan iklannya dalam beberapa tahun ke depan.
Berisiko bagi Meta
Layanan baru Meta itu akan mulai digulirkan di Australia dan Selandia Baru sebelum dirilis ke seluruh dunia.
Pengumuman itu ditanggapi dunia maya dengan berbagai cemoohan dan meme yang mengejek bos Meta Mark Zuckerberg mengambil ide mitranya di Twitter, Elon Musk.
“Tidak terhindarkan,” balas Musk pada salah satu meme tersebut.
Zuckerberg akan mengharapkan proses yang lebih mulus dibanding yang dihadapi Musk saat ia merilis Twitter Blue, yang pada akhirnya harus ditarik ketika platformnya dibanjiri akun-akun tiruan.