Sistem AI di Jobstreet menggunakan informasi yang terdapat pada preferensi, aktivitas pencarian, data shortlist (sortir), riwayat perekrutan, dan sebagainya, untuk membangun pemahaman yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.
Data pemahaman yang dipelajari oleh AI ini kemudian digunakan untuk merekomendasikan dan menjangkau kandidat yang tepat hingga ke email dan push notification.
Salah satu kemampuan AI pada fitur ini adalah tanda ‘Likely Interested’ untuk menandai kandidat yang mungkin berminat. Dalam tujuh hari iklan lowongan pekerjaan diunggah, Jobstreet akan mengidentifikasi kandidat yang belum melamar tetapi telah menunjukkan sinyal ketertarikan terhadap lowongan tersebut.
Aktivitas kandidat yang dibaca oleh AI misalnya kandidat menyimpan iklan tersebut atau membuka halaman iklan beberapa kali. Kandidat dalam kategori ini memiliki peluang lima kali lebih besar saat dihubungi oleh perusahaan secara proaktif.
Sistem ini membantu rekruter untuk memprioritaskan upaya kepada kandidat yang paling berpotensi untuk melamar pekerjaan.
(Nadya Kurnia)