Untuk kuartal keempat, penjualan Tesla mencapai 418.227 unit, bahkan di bawah target yang jauh lebih rendah yaitu 440.000 unit yang diperkirakan oleh analis yang baru-baru ini disurvei oleh FactSet.
Penjualan Tesla sangat terpukul oleh berakhirnya kredit pajak sebesar USD7.500 untuk pembelian kendaraan listrik yang dihapuskan oleh pemerintahan Trump pada akhir September.
Saham Tesla turun 2,6 persen menjadi USD438,07 pada Jumat.
Meskipun menghadapi berbagai masalah yang melanda perusahaan, investor bertaruh bahwa CEO Tesla, Elon Musk, dapat mewujudkan ambisinya untuk menjadikan Tesla sebagai pemimpin dalam layanan robotaxi dan membuat konsumen menerima robot humanoid yang dapat melakukan tugas-tugas dasar di rumah dan kantor. Mencerminkan optimisme tersebut, saham Tesla mengakhiri tahun 2025 dengan kenaikan sekitar 11 persen.
Kuartal terakhir merupakan kuartal pertama dengan penjualan versi Model Y dan Model 3 yang lebih sederhana yang diperkenalkan Musk pada awal Oktober sebagai bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali penjualan.
Model Y baru berharga sedikit di bawah USD40.000 sementara pelanggan dapat membeli Model 3 yang lebih murah dengan harga di bawah USD37.000. Versi-versi tersebut diharapkan dapat membantu Tesla bersaing dengan model-model buatan China di Eropa dan Asia.