Penurunan dua digit tersebut disebabkan oleh pemulihan permintaan terkait layar yang lebih lambat dari perkiraan dan persaingan yang lebih ketat, yang mengakibatkan biaya pemasaran yang lebih tinggi.
Pada paruh kedua 2025, perusahaan juga mengalami biaya restrukturisasi non-berulang yang berkaitan dengan program pensiun sukarela. (Wahyu Dwi Anggoro)