Setelah kabar tersebut, saham Samsung tercatat naik 4,3 persen menjadi 196.800 won atau sekitar Rp2,2 juta pada pukul 02.52 GMT, setelah sebelumnya sempat menyentuh 198.000 won (Rp2,3 juta). Sementara itu, indeks saham Korsel secara keseluruhan meningkat sekitar 2,7 persen.
Analis Heungkuk Securities, Sohn In-joon, memperkirakan bisnis foundry Samsung berpotensi mencapai titik impas pada akhir tahun depan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa lemahnya permintaan ponsel akibat melonjaknya harga chip memori dapat menekan kinerja bisnis foundry tersebut.
Di sisi lain, CEO Advanced Micro Devices (AMD), Lisa Su, akan bertemu dengan Ketua Samsung Electronics Jay Y Lee dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut disebut-sebut akan membahas kemungkinan kerja sama di bidang chip memori dan semikonduktor logika, menurut laporan media. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)