sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Samsung Raup Pendapatan Rp3.900 Triliun pada 2025, Rekor Tertinggi

Technology editor Wahyu Dwi Anggoro
29/01/2026 12:58 WIB
Raksasa teknologi Korea Selatan (Korsel), Samsung Electronics, mencatatkan pendapatan tertinggi sepanjang masa tahun lalu.
Samsung Raup Pendapatan Rp3.900 Triliun pada 2025, Rekor Tertinggi. (Foto: Inews Media Group)
Samsung Raup Pendapatan Rp3.900 Triliun pada 2025, Rekor Tertinggi. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Raksasa teknologi Korea Selatan (Korsel), Samsung Electronics, mencatatkan pendapatan tertinggi sepanjang masa tahun lalu.

Dilansir dari Xinhua pada Kamis (29/1/2026), pencapaian tersebut berkat kuatnya permintaan chip semikonduktor dan melonjaknya harga memori.

Pendapatan perusahaan mencapai 333,61 triliun won atau sekitar Rp3.900 triliun pada 2025, tumbuh 10,9 persen dibanding tahun sebelumnya.

Laba operasionalnya melonjak 33,2 persen menjadi 43,60 triliun won, sementara laba bersihnya meroket 31,2 persen menjadi 45,21 triliun won.

Untuk Oktober-Desember 2025, laba operasi meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi 20,07 triliun won, dibanding dengan kuartal yang sama pada 2024.

Kuartal lalu, pendapatan meningkat 23,8 persen menjadi 93,84 triliun won, dan laba bersih melonjak 153,3 persen menjadi 19,64 triliun won.

Baik pendapatan maupun laba mencapai rekor tertinggi sepanjang masa untuk kuartal tersebut, didorong oleh peningkatan penjualan memori bandwidth tinggi (HBM) dan produk bernilai tambah tinggi lainnya, serta lonjakan harga chip secara keseluruhan.

Samsung memperkirakan booming kecerdasan buatan (AI) yang sedang berlangsung akan terus mendorong kondisi pasar yang menguntungkan untuk bisnis memori pada kuartal I-2026.

Penjualan smartphone menurun pada kuartal lalu akibat melemahnya efek peluncuran model baru. Namun, perusahaan mencatat pertumbuhan laba tahunan dua digit pada 2025 melalui pertumbuhan smartphone unggulan dan penjualan tablet serta perangkat wearable yang stabil.

Profitabilitas TV tetap berada di bawah tekanan di tengah persaingan pasar yang ketat. Pendapatan dari peralatan rumah tangga menyusut akibat rendahnya permintaan AC. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement