sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

AirAsia Indonesia (CMPP) Rugi Rp1,3 Triliun Sepanjang 2025

Market news editor Rahmat Fiansyah
16/03/2026 08:00 WIB
PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) masih menghadapi tekanan kinerja sepanjang tahun lalu dengan membukukan rugi bersih Rp1,3 triliun.
PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) masih menghadapi tekanan kinerja sepanjang tahun lalu dengan membukukan rugi bersih Rp1,3 triliun. (Foto: Ist)
PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) masih menghadapi tekanan kinerja sepanjang tahun lalu dengan membukukan rugi bersih Rp1,3 triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) masih menghadapi tekanan kinerja sepanjang tahun lalu di mana maskapai berbiaya rendah (low cost carrier/LCC) itu membukukan kerugian Rp1,3 triliun. Kondisi ini membuat ekuitas perseroan mengalami defisiensi Rp10,7 triliun.

Kendati demikian, kerugian AirAsia tersebut lebih rendah 15 persen dibandingkan rugi bersih pada 2024 yang menembus Rp1,5 triliun. Stagnasi pendapatan hingga depresiasi kurs rupiah terhadap dolar AS menjadi beban bagi AirAsia.

Perseroan mencatat pendapatan Rp7,9 triliun pada 2025, turun 0,9 persen secara tahunan. Beban usaha turun 2,4 persen menjadi Rp8,5 triliun, sehingga membuat kerugian operasional terpangkas menjadi Rp645 miliar.

Bahan bakar dan biaya perawatan serta pemeliharaan menjadi beban operasional terbesar bagi AirAsia Indonesia. Kedua komponen itu mencapai Rp5,2 triliun atau sekitar 60 persen dari total beban usaha.

Secara operasional, AirAsia lewat anak usahanya, PT Indonesia AirAsia mengangkut 5,91 juta penumpang dengan tingkat keterisian kursi (load factor) sebesar 83 persen di seluruh jaringan penerbangannya. Penjualan kursi tetap menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan dengan nilai Rp6,62 triliun, sementara pendapatan tambahan (ancillary revenue) seperti bagasi hingga kargo menyumbang Rp1,25 triliun.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement