sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

AirAsia Indonesia (CMPP) Rugi Rp1,3 Triliun Sepanjang 2025

Market news editor Rahmat Fiansyah
16/03/2026 08:00 WIB
PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) masih menghadapi tekanan kinerja sepanjang tahun lalu dengan membukukan rugi bersih Rp1,3 triliun.
PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) masih menghadapi tekanan kinerja sepanjang tahun lalu dengan membukukan rugi bersih Rp1,3 triliun. (Foto: Ist)
PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) masih menghadapi tekanan kinerja sepanjang tahun lalu dengan membukukan rugi bersih Rp1,3 triliun. (Foto: Ist)

Kinerja operasional pada 2025 dipengaruhi oleh menurunnya kapasitas penerbangan yang bersifat sementara, seiring dengan jadwal perawatan pesawat yang merupakan bagian penting dari standar keselamatan dan keandalan operasional maskapai. Program perawatan ini berdampak pada berkurangnya kapasitas kursi yang tersedia pada beberapa periode sepanjang tahun.

Perseroan juga mencatat depresiasi kurs rupiah sebesar 3,8 persne pada 2025 sehingga memberikan tekanan terhadap biaya operasional yang sebagian besar berbasis mata uang asing. Namun, berbagai langkah efisiensi berhasil menurunkan Cost per Available Seat Kilometre (CASK) sebesar 1,4 persen dibandingkan 2024.

“Sepanjang tahun 2025 kami fokus memperkuat konektivitas penerbangan sekaligus menjaga efisiensi operasional. Upaya tersebut memungkinkan Indonesia AirAsia menurunkan kerugian di tengah tantangan industri penerbangan yang masih menghadapi tekanan biaya operasional,” ujar Direktur Utama AirAsia Indonesia, Capt. Achmad Sadikin Abdurachman melalui keterangan resmi dikutip Senin (16/3/2026).

Sepanjang tahun lalu, perseroan memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan sejumlah rute strategis baik internasional maupun domestik. Rute internasional seperti Bali–Darwin, Bali–Adelaide, serta Surabaya–Don Mueang (Bangkok) memperkuat konektivitas Indonesia dengan kawasan regional sekaligus memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi wisatawan.

Di sisi domestik, pembukaan rute Jakarta–Manado, Surabaya–Balikpapan, Balikpapan–Tarakan, dan Balikpapan–Berau turut memperkuat konektivitas antar wilayah serta mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement