IDXChannel - Maskapai penerbangan murah merasakan dampak finansial dari tingginya harga bahan bakar akibat perang di Timur Tengah.
Dilansir dari AFP pada Jumat (1/5/2026), sejumlah maskapai tersebut memangkas jumlah penerbangan.
Penutupan Selat Hormuz mengguncang pasar minyak dunia, menyebabkan harga bahan bakar pesawat jet melonjak dan memicu kekhawatiran akan kekurangan pasokan.
Maskapai penerbangan murah—yang menguasai sekitar sepertiga pasar global—merasakan dampaknya lebih dulu karena sifat model bisnis mereka.
Karena menjual tiket yang lebih murah, mereka memiliki ruang yang lebih sedikit untuk menyerap kenaikan biaya bahan bakar.