Google menjamin tidak akan menyentuh atau menggunakan data sensitif milik klien untuk melatih model AI publik mereka.
"Kami sangat menghormati data sensitif yang harus tetap berada di bawah kendali penuh perusahaan, lembaga pemerintah, atau institusi yang bersangkutan. Kami berkomitmen penuh bahwa kami tidak akan pernah menggunakan data tersebut untuk melatih model AI internal kami sendiri. Data Anda tetap menjadi milik Anda sepenuhnya," tegas Moe.
Selain kedaulatan data, keunggulan lain yang ditawarkan Google Cloud adalah kemampuan platform terintegrasi dalam mendeteksi dan memitigasi ancaman keamanan siber secara instan.
Mengingat para pelaku kejahatan siber kini juga menggunakan AI untuk mencari celah keamanan, Google Cloud memanfaatkan kombinasi kekuatan model pintarnya untuk memindai kerentanan sistem milik nasabah.
Moe menjelaskan, sistem keamanan terintegrasi milik Google tidak hanya sekadar melaporkan adanya ribuan potensi masalah di sistem perusahaan, melainkan secara pintar mengurutkan mana ancaman yang paling krusial untuk segera diatasi.