sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Trump Berlakukan Tarif 25 Persen untuk Impor Chip Canggih Termasuk Produk Nvidia

Technology editor Febrina Ratna Iskana
15/01/2026 06:44 WIB
Trump menandatangani pemberlakuan tarif 25 persen untuk chip komputasi canggih tertentu, termasuk Nvidia H200 dan AMD MI325X.
Trump Berlakukan Tarif 25 Persen untuk Impor Chip Canggih Termasuk Produk Nvidia. (Foto: iNews Media Group)
Trump Berlakukan Tarif 25 Persen untuk Impor Chip Canggih Termasuk Produk Nvidia. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (14/1/2025) menandatangani pemberlakuan tarif 25 persen untuk chip komputasi canggih tertentu, termasuk Nvidia H200 dan AMD MI325X.

Hal itu sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi masalah keamanan nasional terkait impor semikonduktor.

Menurut lembar fakta yang dirilis oleh Gedung Putih, tarif tersebut tidak akan berlaku untuk chip yang diimpor untuk rantai pasokan teknologi AS atau yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas manufaktur domestik untuk turunan semikonduktor.

Dokumen Gedung Putih juga menunjukkan bahwa Trump mungkin akan memberlakukan tarif yang lebih luas untuk impor semikonduktor dan produk turunannya dalam waktu dekat untuk mendorong manufaktur domestik.

Sebelumnya, Pemerintah AS telah memberikan lampu hijau kepada raksasa chip Nvidia untuk menjual prosesor kecerdasan buatan (AI) H200 ke China.

Chip Nvidia H200, yang merupakan chip tercanggih kedua Nvidia, sebelumnya dibatasi oleh Washington karena kekhawatiran bahwa hal itu akan memberikan keunggulan kepada industri teknologi dan militer China atas AS.

Dilansir dari BBC pada Rabu (14/1/2026), Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa chip tersebut dapat dikirim ke China asalkan ada pasokan yang cukup di Amerika.

Chip H200 satu generasi di belakang prosesor Blackwell Nvidia, yang dianggap sebagai semikonduktor AI tercanggih di dunia dan tetap diblokir penjualannya di China.

Adapun, Nvidia terjebak dalam tarik-menarik geopolitik antara AS dan China, dua negara yang paling berpengaruh dalam perlombaan AI global.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement