sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tuntutan Proteksi Anak Makin Tinggi, Meta Perluas Fitur Perlindungan Remaja ke Uni Eropa dan AS

Technology editor Kurnia Nadya
06/05/2026 11:31 WIB
Kebijakan tersebut hadir di tengah tekanan negara-negara kepada perusahaan teknologi untuk menerapkan sistem verifikasi usia yang lebih ketat. 
Tuntutan Proteksi Anak Makin Tinggi, Meta Perluas Fitur Perlindungan Remaja ke Uni Eropa dan AS. (Foto: Istimewa)
Tuntutan Proteksi Anak Makin Tinggi, Meta Perluas Fitur Perlindungan Remaja ke Uni Eropa dan AS. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Merespons kritik terkait perlindungan remaja di ruang digital, Meta Platforms memperluas penerapan fitur perlindungan akun remaja ke 27 negara Uni Eropa serta ke platform Facebook di Amerika Serikat. 

Kebijakan tersebut hadir di tengah tekanan negara-negara kepada perusahaan teknologi untuk menerapkan sistem verifikasi usia yang lebih ketat. 

Kekhawatiran utama mencakup maraknya penyalahgunaan online, dampak terhadap kesehatan mental remaja, hingga penyebaran konten seksual anak yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan.

Meta sebelumnya telah mengembangkan teknologi yang mampu mengidentifikasi akun remaja (meskipun pengguna mencantumkan tanggal lahir orang dewasa). Akun yang terdeteksi membohongi usia secara otomatis ditempatkan dalam pengaturan perlindungan khusus.

Dalam pernyataannya, perusahaan mengatakan, “Teknologi ini akan diperluas ke 27 negara di Uni Eropa. Meta juga memperluas teknologi ini ke Facebook di Amerika Serikat untuk pertama kalinya, dengan Inggris akan menyusul pada bulan Juni.”

Selain itu, Meta juga mengandalkan kecerdasan buatan tingkat lanjut untuk menilai kemungkinan usia pengguna melalui analisis menyeluruh terhadap profil, termasuk berbagai petunjuk kontekstual. 

Perusahaan juga memperkuat sistem pencegahan untuk membatasi pembuatan akun baru oleh pengguna yang terindikasi masih di bawah umur.

Sebelumnya, Meta menghadapi beberapa masalah terkait perlindungan anak di platform media sosial yang dikelolanya. Uni Eropa sempat menuding Meta kurang serius menerapkan regulasi perlindungan anak di platform-nya. 

Sementara baru-baru ini, negara bagian AS, New Mexico, menggugat Meta secara hukum dengan tuduhan bahwa Meta secara sengaja mendesain produk media sosial untuk menjadi candu bagi anak muda. 

New Mexico akan meminta para hakim untuk menuntut Meta agar mengubah kebijakan verifikasi usia, mendesain ulang algoritma untuk mendukung konten berkualitas untuk anak-anak, dan menghentikan autoplay untuk pengguna anak-anak. 

Selain AS dan Uni Eropa, Indonesia juga mulai menerapkan pembatasan akses anak-anak terhadap media sosial. Pengelola platform seperti Meta, YouTube, dan Twitter (X) diminta untuk menutup akses untuk akun user berusia di bawah 16 tahun. 

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement