AALI
10850
ABBA
73
ABDA
6950
ABMM
745
ACES
1565
ACST
358
ACST-R
0
ADES
1680
ADHI
1320
ADMF
8450
ADMG
174
ADRO
1180
AGAR
418
AGII
1270
AGRO
1215
AGRO-R
0
AGRS
805
AHAP
61
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
302
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
492
AKRA
3400
AKSI
765
ALDO
440
ALKA
238
ALMI
250
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/03/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.51
-0.71%
-3.59
IHSG
6258.75
-0.51%
-32.05
LQ45
941.36
-0.75%
-7.11
HSI
29098.29
-0.47%
-138.50
N225
28864.32
-0.23%
-65.79
NYSE
14959.41
-1.58%
-239.78
Kurs
HKD/IDR 1,843
USD/IDR 14,300
Emas
778,890 / gram

Anthony Tan, Kisah Pendiri Grab yang Kuasai Pasar Asia Tenggara

THE FOUNDER
Fahmi Abidin
Selasa, 11 Juni 2019 19:45 WIB
Di era online transportation, hampir semua orang yang tinggal di kota besar mungkin sudah merasakan keuntungan memakai jasa ojek online.
Anthony Tan, Kisah Pendiri Grab yang Kuasai Pasar Asia Tenggara. (Foto: Ist)

IDXChannel - Di era online transportation, hampir semua orang yang tinggal di kota besar mungkin sudah merasakan keuntungan memakai jasa ojek online. Grab atau Gojek pasti ada atau bahkan keduanya dipastikan terdapat di gawai masing-masing.

Grab sendiri adalah aplikasi penyedia transportasi berbasis online yang berasal dari Malaysia. Anthony Tan adalah pendiri sekaligus orang yang berjuang membesarkan Grab sampai se-Asia Tenggara.

Anthony Tan merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dan berasal dari keluarga konglomerat. Ayah Anthony merupakan salah satu orang terkaya di Malaysia, sementara Ibunya adalah pialang saham.

Kakek Anthony sangat sukses di bisnis perakitan dan pengadaan kendaraan roda empat, bahkan sampai berafiliasi dengan Nissan. Intinya, Anthony lahir di lingkungan keluarga pebisnis.

Marganya, Keluarga Tan mempunyai Motto “tidak pernah mengatakan tidak”. Bahkan ketika usianya 6 tahun Anthony bercita-cita menjadi pengusaha sukses. Dan umur 11 tahun Thony kecil menjalankan bisnis pertamanya, yaitu berjualan komik.

Anthony menempuh studi di Harvard Business School Suatu hari sahabat sekelasnya menghampirinya dan mengeluh, “Mengapa sistem taxi di Malaysia buruk sekali? Kakek buyutmu supir taxi, dan kakekmu berhasil menjadi pengusaha transportasi sukses di Malaysia, seharusnya kau bisa melaksanakan sesuatu.”

Pertanyaan ini terpatri dalam benak Anthony dan coba dipecahkan dalam sebuah tugas kuliah. Model bisnis ini kemudian direalisasikannya setelah mendapat gelar master pada 2011, dan menjadi Grab yang kita kenal sekarang. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD