AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
0.00
-100%
-16818.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Demi Jaga Stabilitas, BI Kembali Menahan BI7DRR di 3,5 Persen

YUK NABUNG SAHAM
Michelle Natalia
Kamis, 17 Juni 2021 16:30 WIB
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di angka 3,5% basis point (bps).
Demi Jaga Stabilitas, BI Kembali Menahan BI7DRR di 3,5 Persen. (Foto: MNC Media)
Demi Jaga Stabilitas, BI Kembali Menahan BI7DRR di 3,5 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di angka 3,5% basis point (bps). Begitu pula dengan suku bunga Deposit Facility tetap 2,75% dan suku bunga Lending Facility juga ditahan di level 4,25%. 

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan, keputusan ini konsisten karena mempertimbangkan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga. Ditambah sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional.

"Berdasarkan assessment secara keseluruhan, Rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal 16-sampai 17 Juni  memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 3,5%. Keputusan ini mempertimbangkan perlunya stabilitas nilai tukar rupiah dan akselerasi ekonomi," kata Perry di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Keputusan ini melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar dan juga memperkuat strategi operasi moneter untuk mendukung stance kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif, serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran Indonesia. 

"Keputusan ini konsisten mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional lebih lanjut melalui berbagai langkah-langkah kebijakan," tambahnya. 

Perry mengatakan, suku bunga diturunkan akan memperkuat fundamental ekonomi serta memperkuat strategi operasi moneter. 

"Kita memastikan bekerjanya mekanisme pasar dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah, baik pusat dan daerah. Dan melanjutkan operasi moneter," tandas Perry. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD