AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Tiga Kriteria Saham Syariah Menurut OJK yang Jarang Orang Ketahui

YUK NABUNG SAHAM
Mohammad Yan Yusuf
Senin, 28 Maret 2022 11:03 WIB
Kriteria saham syariah menurut OJK ini akan membantu Anda mengenal beberapa saham syariah.
Tiga Kriteria Saham Syariah Menurut OJK yang Jarang Orang Ketahui. (Foto : MNC Media)
Tiga Kriteria Saham Syariah Menurut OJK yang Jarang Orang Ketahui. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Kriteria saham syariah menurut OJK ini akan membantu Anda mengenal beberapa saham syariah. Karena itu sebelum membeli saham syariah ada baiknya membaca ini terlebih dahulu.

Seperti diketahui kriteria saham syariah menurut OJK terdiri tiga? Apa saja itu? Simak penjelasanya yang diambil dari laman resmi OJK oleh IDX Channel. 

1. Kegiatan Usahanya

Kriteria saham syariah menurut ojk yaitu diukur berdasarkan kegiatan usahanya. Seperti diketahui emiten yang masuk dalam Daftar Efek Syariah dilarang melakukan kegiatan usaha yang melanggar prinsip syariah, seperti perjudian dan permainan yang tergolong judi dan perdagangan yang dilarang menurut syariah. 

Selain itu, jenis perdagangannya meliputi yang tidak disertai dengan penyerahan barang atau jasa serta perdagangan dengan penawaran atau permintaan palsu.

Karena itu, emiten juga tidak diperbolehkan melakukan kegiatan usaha yang mengandung unsur jasa keuangan ribawi salah satunya bank atau perusahaan yang berbasis bunga. 

Sementara kegiatan usaha lain yang dilarang lainnya yaitu jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) atau judi (maisir), memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan, menyediakan barang atau jasa haram, dan melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah).

2. Rasio Keuangan

Tentunya emiten syariah bisa terlihat dari kegiatan usahanya. Mereka juga harus memenuhi rasio keuangan sesuai syariah. Untuk melihat ini, Anda bisa melihat total utang berbasis bunga tentunya tidak lebih dari 45% dari total aset.

Dengan demikian, pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya tidak lebih dari 10 persen dari total pendapatan usaha (revenue). 

3. Ketentuan Lainnya

Selain kedua ketentuan di atas, ada beberapa kriteria lain yang perlu Anda ketahui, yaitu : 

Emiten wajib menjalankan dan menandatangani akad sesuai prinsip syariah atas setiap saham yang mereka terbitkan. Termasuk emiten yang mengeluarkan efek syariah, harus menjamin bahwa usahanya telah sesuai dengan sistem syariah dan memiliki Dewan Pengawas Syariah (Syariah Compliance Officer).

Itulah kriteria saham syariah menurut OJK yang dapat mencerahkan Anda. Semoga informasi artikel ini menambah wawasan Anda khususnya mengenai saham syariah. 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD