AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
0.00
-100%
-16818.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Ini Imbauan Epidemiolog soal CDC di AS Izinkan Masyarakat Tanpa Masker

YUK NABUNG SAHAM
Leonardus Kangsaputra
Jum'at, 14 Mei 2021 22:37 WIB
Sebelumnya Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di AS menyebut bahwa masyarakat sudah vaksinasi Covid-19 secara lengkap tidak perlu pakai masker.
Ini Imbauan Epidemiolog soal CDC AS Izinkan Masyarakat Tanpa Masker. (Foto : MNC Media)
Ini Imbauan Epidemiolog soal CDC AS Izinkan Masyarakat Tanpa Masker. (Foto : MNC Media)

IDXChannel – Sebelumnya Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat menyebut bahwa masyarakat yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19 secara lengkap, tidak perlu mengenakan masker saat beraktivitas. Namun pernyataan itu langsung direspon beragam termasuk para ahli Epidemiolog.

Epidemiolog dari Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, mengungkapkan bahwa kebijakan bebas melepas masker setelah divaksinasi menurutnya tergantung pada kondisi penyebaran kasus yang ada di negara.

“Diperbolehkan tanpa masker dan telah divaksinasi bisa saja jika kasus hariannya memang rendah. Mungkin kalau di kita masuk pada zona hijau atau kuning. Jika orange dan merah tetap dengan protokol kesehatan,” terang Laura, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (14/5/2021).

Selain itu kebijakan tersebut juga harus melihat situasi. Jika dalam keramaian orang tetap dengan protokol kesehatan. Menurut Laura, saat ini masyarakat sudah harus bisa beradaptasi secara cepat terkait kondisi penyebaran Covid-19.

“Dengan situasi jumlah kasus yang sekarang, memang saat kita bisa menerapkan adaptasi kebiasaan baru dengan melihat perkembangan kasus yg ada. Karena sudah divaksin tetapi jumlah kasus masih banyak tentunya prokes harus terus dijalankan,” tuntasnya. (FHM)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD