AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Ini Imbauan Epidemiolog soal CDC di AS Izinkan Masyarakat Tanpa Masker

YUK NABUNG SAHAM
Leonardus Kangsaputra
Jum'at, 14 Mei 2021 22:37 WIB
Sebelumnya Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di AS menyebut bahwa masyarakat sudah vaksinasi Covid-19 secara lengkap tidak perlu pakai masker.
Ini Imbauan Epidemiolog soal CDC AS Izinkan Masyarakat Tanpa Masker. (Foto : MNC Media)

IDXChannel – Sebelumnya Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat menyebut bahwa masyarakat yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19 secara lengkap, tidak perlu mengenakan masker saat beraktivitas. Namun pernyataan itu langsung direspon beragam termasuk para ahli Epidemiolog.

Epidemiolog dari Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, mengungkapkan bahwa kebijakan bebas melepas masker setelah divaksinasi menurutnya tergantung pada kondisi penyebaran kasus yang ada di negara.

“Diperbolehkan tanpa masker dan telah divaksinasi bisa saja jika kasus hariannya memang rendah. Mungkin kalau di kita masuk pada zona hijau atau kuning. Jika orange dan merah tetap dengan protokol kesehatan,” terang Laura, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (14/5/2021).

Selain itu kebijakan tersebut juga harus melihat situasi. Jika dalam keramaian orang tetap dengan protokol kesehatan. Menurut Laura, saat ini masyarakat sudah harus bisa beradaptasi secara cepat terkait kondisi penyebaran Covid-19.

“Dengan situasi jumlah kasus yang sekarang, memang saat kita bisa menerapkan adaptasi kebiasaan baru dengan melihat perkembangan kasus yg ada. Karena sudah divaksin tetapi jumlah kasus masih banyak tentunya prokes harus terus dijalankan,” tuntasnya. (FHM)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD