sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

AFPI dan KrediOne Perkuat Literasi Keuangan Konsumen Pindar

Banking editor Dhera Arizona Pratiwi
14/02/2026 10:10 WIB
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersama KrediOne berkomitmen terus memperkuat edukasi dan literasi keuangan khususnya industri pindar.
AFPI dan KrediOne Perkuat Literasi Keuangan Konsumen Pindar. (Foto Istimewa)
AFPI dan KrediOne Perkuat Literasi Keuangan Konsumen Pindar. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersama KrediOne berkomitmen terus memperkuat edukasi dan literasi keuangan khususnya industri pinjaman daring.

CEO KrediOne Kuseryansyah menyampaikan, elemen penting dalam membangun ekosistem keuangan digital yang sehat, berdampak dan berkelanjutan adalah menjalin kemitraan yang erat.

"Salah satunya media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara industri dan masyarakat," ujarnya dalam pernyataan resmi, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, melalui kolaborasi yang konstruktif bersama AFPI, diharapkan pesan mengenai pentingnya penggunaan layanan pinjaman daring yang legal, bijak, dan bertanggung jawab dapat tersampaikan secara lebih luas dan berkualitas.

"KrediOne juga meyakini bahwa kepercayaan publik dibangun tidak hanya melalui inovasi teknologi, tetapi juga melalui komunikasi yang humanis serta berorientasi pada layanan dan perlindungan konsumen,” kata dia.

Ke depan, kata Kuseryansyah, KrediOne bersama AFPI akan terus mendorong berbagai program kolaboratif dengan media guna memperkuat literasi keuangan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan pinjaman daring yang sehat, inklusif, dan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Sebagai informasi, Ketua AFPI Entjik S Djafar mengatakan, tantangan pendanaan terkait akses dan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan formal tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan dana.

“Namun juga akses dan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan formal, baik perbankan maupun lembaga keuangan non-bank,” katanya dalam keterangan resmi, belum lama ini.

Dalam konteks tersebut, industri pendanaan daring atau pindar dinilai memiliki peran yang semakin strategis.

Menurut dia, pindar tak lagi sekadar menjadi alternatif pendanaan, tetapi telah berkembang menjadi bagian penting dari infrastruktur keuangan nasional, terutama untuk menjangkau segmen underserved dan unbankable.

Berdasarkan riset kolaborasi AFPI dan Katadata Insight Center (KIC), industri pindar berperan sebagai penyangga likuiditas rumah tangga melalui pendanaan multiguna, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) produktif yang tercermin dari peningkatan omzet dan aset pelaku usaha.

Meski demikian, lanjutnya, Entjik menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik.

“Ke depan, industri pindar harus terus memperkuat transparansi, tata kelola, serta literasi keuangan, agar pertumbuhan industri berjalan berkelanjutan dan bertanggung jawab,” kata dia.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement