Menteri Inggris untuk Indo-Pasifik Seema Malhotra Seema menegaskan, tantangan risiko iklim membutuhkan respons kolektif lintas regulator, bank, dan investor karena seluruh pihak sama-sama terpapar risiko. Dia menilai ketahanan sistem keuangan bukan hanya soal mitigasi risiko, tetapi juga kemampuan menangkap peluang ekonomi hijau melalui pembukaan akses pembiayaan baru.
"Bersama-sama, kami percaya bahwa risiko iklim dapat diubah menjadi peluang iklim melalui kerja sama yang erat dan dengan membuka pembiayaan yang dibutuhkan untuk masa depan yang lebih kuat dan lebih hijau," kata dia.
Selain peluncuran kelompok kerja, OJK turut merilis dua publikasi strategis, yakni Climate Risk and Banking Resilience Assessment (CBRA) dan Indonesia Banking Sustainability Maturity Report 2025 (SMART).
CBRA merupakan kerangka asesmen berbasis sains yang dirancang untuk mengukur dampak risiko iklim terhadap ketahanan perbankan secara forward-looking, sementara SMART menilai tingkat kematangan penerapan keuangan berkelanjutan di industri perbankan nasional.
(Dhera Arizona)