Dana simpanan nasabah di Amar Bank meroket tajam sebesar 115,52 persen YoY menjadi Rp2,91 triliun, berbanding terbalik dengan posisi kuartal I 2025 yang hanya sebesar Rp1,35 triliun.
Melonjaknya perolehan DPK ini membuat rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) perseroan membaik secara signifikan ke level yang lebih sehat, yakni menjadi 142,56 persen dari rapor tahun sebelumnya yang sempat bengkak di level 235,04 persen.
Meskipun laju penyaluran kredit bergerak ekspansif, manajemen terbukti mampu menjinakkan laju kredit bermasalah.
Rasio Non-Performing Loan (NPL) Amar Bank tercatat menurun drastis menjadi hanya 0,86 persen, jauh membaik dari posisi Maret tahun lalu yang sempat menyentuh level 1,48 persen.
SVP Finance Amar Bank, David Wirawan, menggarisbawahi bahwa tren penurunan NPL ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan fungsi intermediasi bank dilakukan lewat proses penyaringan yang ketat.