IDXChannel - Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) sedang menyiapkan produk emas yang ditujukan untuk membantu masyarakat merencanakan biaya haji. Produk ini ditargetkan mulai diperkenalkan pada awal 2027.
Syariah Funding Business Head Danamon Merci Santi Adriani mengatakan, produk emas memiliki potensi besar bagi nasabah. Sehingga, produk tersebut yang kini masih dalam tahap pengembangan tersebut diharapkan bisa segera diluncurkan.
“Produk tersebut masih dalam pipeline. Kami melihat produk emas memiliki potensi besar untuk memberikan solusi bagi nasabah. Saat ini kami sedang mengembangkannya,” ujar Merci di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Merci menjelaskan, secara konsep produk emas yang disiapkan tidak jauh berbeda dengan produk serupa yang telah ada di industri perbankan. Namun, Danamon Syariah akan mengintegrasikan produk tersebut dengan layanan haji sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari perencanaan keberangkatan.
“Secara konsep, produk emas yang kami kembangkan kurang lebih mirip dengan produk bank lain. Namun kami akan mengarahkan produk ini secara spesifik untuk mendukung kebutuhan haji. Jadi fitur-fiturnya akan lebih difokuskan sebagai solusi perencanaan haji,” kata dia.
Menurut Merci, pengembangan produk masih berlangsung karena akan terhubung dengan layanan digital Danamon Syariah. Perseroan masih menyempurnakan sistem dan aspek teknis sebelum produk tersebut diluncurkan ke masyarakat.
“Insyaallah awal tahun depan,” ujar Merci saat ditanya mengenai target peluncuran produk tersebut.
Selain menyiapkan produk emas, Danamon Syariah juga akan memperkuat bisnis pada ekosistem haji melalui berbagai produk, seperti pembiayaan haji, tabungan perencanaan haji, hingga layanan transaksi bagi nasabah yang beraktivitas di Arab Saudi.
Menurut Merci, kebutuhan masyarakat terhadap layanan haji dan umrah masih tinggi sehingga menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis syariah perseroan ke depan.
“Produk syariah memiliki keunggulan yang masih sangat relevan, terutama solusi untuk haji. Kebutuhan masyarakat Muslim untuk berhaji maupun umrah tetap tinggi sehingga kami melihat peluang bisnis yang masih besar,” katanya.
(Dhera Arizona)