AALI
8225
ABBA
550
ABDA
0
ABMM
1295
ACES
1300
ACST
244
ACST-R
0
ADES
2820
ADHI
895
ADMF
7675
ADMG
216
ADRO
1345
AGAR
368
AGII
1305
AGRO
2290
AGRO-R
0
AGRS
244
AHAP
70
AIMS
338
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
600
AKRA
3870
AKSI
424
ALDO
720
ALKA
234
ALMI
238
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
453.05
-0.47%
-2.15
IHSG
6060.76
-0.26%
-15.56
LQ45
851.73
-0.36%
-3.10
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29839.71
-2.17%
-660.34
NYSE
16168.17
-1.78%
-292.18
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,235
Emas
805,555 / gram

Bank Digital Amar Salurkan Kredit Rp 1,76 Triliun di Kuartal I 2021

BANKING
Hafid Fuad/Koran Sindo
Senin, 31 Mei 2021 14:55 WIB
PT Bank Amar Indonesia Tbk, bank digital murni pertama, mencatatkan kinerja kredit yang tumbuh sebesar 2,85% dari posisi akhir tahun 2020.
PT Bank Amar Indonesia Tbk, bank digital murni pertama, mencatatkan kinerja kredit yang tumbuh sebesar 2,85% dari posisi akhir tahun 2020. (Foto: MNC Media)

IDXChannel  - PT Bank Amar Indonesia Tbk, bank digital murni pertama, mencatatkan kinerja kredit yang tumbuh sebesar 2,85% dari posisi akhir tahun 2020. Ini berarti dari Rp1,72 triliun pada akhir tahun 2020 menjadi Rp 1,76 triliun pada kuartal pertama 2021. 

Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan, Amar Bank terus mendukung masyarakat dan UMKM yang membutuhkan pinjaman. "Namun penyaluran kredit tetap memperhatikan kualitas dari calon debitur," ujar Vishal di Jakarta (31/5/2021).

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) juga terlihat pertumbuhan yang konsisten, yaitu dari Rp 2,9 triliun pada akhir tahun 2020 menjadi Rp 3,3 triliun sehingga likuiditas bank tergolong baik dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) pada kuartal I 2021 tercatat sebesar 1.681,39%.

Dengan kondisi likuiditas tersebut dan CAR yang relatif tinggi sebesar 37,63%, perseroan memiliki ruang yang lebih besar untuk menyalurkan kredit tentunya dengan tetap mengedepankan asas kehati-hatian. Bank juga melihat adanya sentimen positif dari kalangan pengusaha untuk meningkatkan kinerja bisnis yang tertunda dan konsumsi masyarakat yang perlahan turut meningkat.

Sementara dari sisi profitabilitas, kinerja kredit yang baik mendorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp82 Miliar atau meningkat 37,39% dibanding dengan periode Kuartal IV 2020 yang tercatat sebesar Rp 60 Miliar. 
"Penyaluran kredit Bank meningkat sejak akhir tahun 2020 sehingga mendorong pertumbuhan pendapatan bunga. Selain itu, biaya dana (cost of fund) juga ikut turun sehingga berkontribusi terhadap profitabilitas," lanjutnya.

Namun demikian, pertumbuhan ini tidak membuat Bank kehilangan kewaspadaan terhadap kondisi perekonomian kedepannya. Walaupun vaksin sudah mulai didistribusikan, perekonomian  masih secara perlahan menunjukan perputaran balik yang positif. 

Selama kuartal I 2021, Bank tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan dari karyawan, sehingga langkah-langkah mengurangi risiko penyebaran COVID-19 masih terus dilakukan. “Kedepannya, kami akan terus berinvestasi pada pengembangan sistem, teknologi dan sumberdaya manusia. Selain itu, kami juga akan terus menjaga dengan baik pelayanan terhadap nasabah secara digital melalui produk Tunaiku dan Senyumku (mobile-only digital bank). Kami bekerja tidak hanya untuk menyediakan akses ke layanan perbankan, tetapi juga menciptakan pengalaman yang dapat memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat,” ujar Vishal.

Setelah setahun lebih menjadi perusahaan terbuka dengan kode saham “AMAR”, jumlah pemegang saham Amar Bank tercatat meningkat secara signifikan sebanyak 3 kali lipat pada Maret 2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh sentimen positif masyarakat terhadap industri perbankan digital, dimana Amar Bank merupakan salah satu Bank yang bertransformasi menjadi Bank Digital melalui produk mobile-only digital bank Senyumku, yang diluncurkan tahun lalu. (TIA)

 (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD