AALI
7950
ABBA
600
ABDA
0
ABMM
1240
ACES
1320
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2410
ADHI
685
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1335
AGAR
398
AGII
1790
AGRO
2500
AGRO-R
0
AGRS
264
AHAP
59
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3600
AKSI
422
ALDO
635
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/07/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
438.19
-1.28%
-5.68
IHSG
6070.04
-0.83%
-50.69
LQ45
823.04
-1.17%
-9.71
HSI
25961.03
-1.35%
-354.29
N225
27283.59
-1.8%
-498.83
NYSE
16697.14
0.75%
+123.58
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
850,320 / gram

Bank Indonesia Minta Semua Bank Turunkan Suku Bunga Kredit

BANKING
Rina Anggraeni/Sindonews
Kamis, 25 Februari 2021 15:00 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, meminta kepada sektor perbankan untuk melakukan penurunan suku bunga kredit.
Bank Indonesia Minta Semua Bank Turunkan Suku Bunga Kredit. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, meminta kepada sektor perbankan untuk melakukan penurunan suku bunga kredit. Sebab, langkah tersebut dipandangnya dapat mendorong semua sektor dalam melakukan permintaan kredit pembiayaan.

Permintaan ini disampaikan Perry mengingat BI telah menurunkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate ke level 3,5 persen. Untuk itu, dia berharap seluruh bank di Indonesia melakukan hal serupa.

"BI rate sudah turun 150 bps poin, deposito satu bulan sudah turun 181 bps. Tentu saja kami juga mengharapkan mendorong perbankan segera menurunkan suku bunga kreditnya. Sehingga sama-sama kita sebagai upaya bersama untuk mendorong suku bunga kredit dan mendorong kredit pembiayaan ini," ujar Perry Warjiyo dalam video virtual, Kamis (25/2/2021).

Kata dia, langkah-langkah kebijakan yang sudah ditetapkan bank sentral sejak 17 hingga 18 Februari lalu. Salah satunya adalah dengan menurunkan suku bunga acuan.

"Langkah-langkah yang kami lakukan di rapat dewan Gubernur bulanan 17 hingga 18 Februari yang lalu penurunan suku bunga ini yang terendah 3,5% suku bunga Bi itu. Stabilisasi nilai tukar kemudian juga kebijakan untuk lebih dan kuantitas leasing dengan kemudian uang muka kredit kendaraan bermotor dan berbagai hal yang kami lakukan," jelasnya.

Untuk detailnya, mengenai penurunan uang muka kredit kendaraan bermotor yang menjadi 0 persen ini sinergi dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani; dan Ketua OJK, Wimboh Santoso. Kementerian Keuangan kemudian mengeluarkan kebijakan PPnBM serta Bank Indonesia menurunkan kebijakan uang muka.

"Juga untuk properti kami juga longgarkan untuk kebijakan uang muka baik untuk rumah pertama, rumah kedua maupun rumah ketiga untuk semuanya bersinergi dengan KSSK mendorong permintaan dan penawaran dari kredit pembiayaan dan bersama usaha pemerintah tentu saja adalah bagaimana kita mendorong pemulihan ekonomi dari berbagai sektor," tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD