Secara rinci, subsektor transportasi menjadi penyumbang terbesar dalam portofolio kredit infrastruktur Bank Mandiri dengan nilai mencapai Rp118,03 triliun per Februari 2026. Angka tersebut tumbuh 18,45 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, subsektor konstruksi infrastruktur mencatatkan performa pertumbuhan paling signifikan dengan kenaikan mencapai 178,19 persen secara tahunan menjadi Rp85,84 triliun. Adapun pembiayaan untuk pembangunan jalan mencatatkan kenaikan sebesar 11,08 persen secara tahunan hingga mencapai nominal Rp54,84 triliun.
Tak ketinggalan, sektor telematika juga memperlihatkan pertumbuhan sebesar 12,61 persen dibandingkan tahun lalu, dengan total pembiayaan yang mencapai Rp44,34 triliun.
“Infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan mendorong tumbuhnya sektor-sektor produktif di berbagai wilayah,” kata Riduan.
(Rahmat Fiansyah)