Bank sentral juga menyoroti penguatan baht yang dinilai memperketat likuiditas eksportir kecil dan menengah, sehingga membebani pengiriman barang ke luar negeri. Mata uang Thailand tercatat menguat lebih dari 10 persen terhadap dolar AS sepanjang tahun lalu.
Sebelumnya, Piti Disyatat mengatakan kepada Reuters Global Markets Forum bahwa pertumbuhan ekonomi diperkirakan kembali positif pada kuartal IV-2025, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sebesar 2,2 persen diperkirakan dapat tercapai. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)