IDXChannel - Bank Sentral Thailand memperingatkan bahwa perekonomian negara tersebut menghadapi berbagai tantangan, termasuk penurunan daya saing yang berkelanjutan.
Hal ini terjadi di tengah penguatan mata uang baht dan dampak tarif Amerika Serikat (AS) terhadap kinerja ekspor.
Dilansir dari CNA, Rabu (7/1/2026) Ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara itu masih bergulat dengan sejumlah tekanan, mulai dari baht yang menguat tajam, tingginya utang rumah tangga, ketegangan perbatasan dengan Kamboja, hingga ketidakpastian politik menjelang pemilihan umum pada awal Februari.
“Tahun ini ada banyak ketidakpastian,” kata Wakil Gubernur Bank of Thailand (BOT) Piti Disyatat kepada wartawan.
Ia menambahkan bahwa ruang kebijakan memang terbatas, namun tetap tersedia jika diperlukan.