“Bank perlu mendiversifikasi produk funding mereka dengan lebih cermat, jadi kompetisi tidak hanya melulu soal tingkat bunga yang paling atraktif saja,” kata Sarkia.
Menurutnya, inovasi produk berbasis layanan, akses keuangan, serta kemudahan bertransaksi menjadi aspek esensial dalam mendesain produk tabungan.
“Nasabah sekarang semakin mengutamakan pengalaman bertransaksi yang seamless. Limit transaksi besar, integrasi mobile banking, hingga keamanan kartu menjadi faktor penting yang diperhatikan,” imbuh dia.
Ia menilai langkah BWS memperkuat Tabungan Premium sejalan dengan dinamika pasar saat ini. Data Statistik Perbankan OJK mencatat dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan tumbuh 6,9 persen secara tahunan (yoy) hingga Oktober 2025, dengan kontribusi tabungan mencapai 41,2 persen.
“Artinya, kompetisi di segmen tabungan masih tinggi sehingga fitur-fitur beyond interest rate menjadi kunci,” tutur Sarkia.