Ia melanjutkan, digitalisasi proses administrasi menjadi bagian penting dalam mendukung efisiensi.
“Layanan berbasis pra-registrasi mencerminkan arah transformasi perbankan yang semakin mengutamakan kemudahan, kecepatan, dan integrasi lintas negara, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas internasional,” kata Rizal.
Hingga akhir kuartal III-2025, BWS mencatatkan total aset sebesar Rp59,6 triliun per September 2025, meningkat dibandingkan posisi akhir 2024 yang mencapai Rp58,7 triliun.
Dari total aset tersebut, sebesar Rp46,1 triliun tersalur dalam bentuk kredit, relatif stabil dibandingkan Rp46,88 triliun pada akhir 2024.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp32,42 triliun per September 2025, tumbuh sekitar 3 persen dari Rp31,54 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.