IDXChannel – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp197 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut setara dengan 22 persen dari total kredit BNI, menandai penguatan peran perseroan dalam mendorong pembiayaan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dan pengelolaan risiko jangka panjang.
Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar mengatakan, pembiayaan berkelanjutan BNI disalurkan ke berbagai sektor strategis, antara lain usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam dan penggunaan lahan, serta pengelolaan air dan limbah.
“Capaian ini mencerminkan komitmen BNI dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan,” ujar Alexandra dalam keterangan tertulis yang dikutip, Minggu (8/2/2026).
Sepanjang 2025, BNI memperkuat implementasi keberlanjutan melalui tiga Pilar Keberlanjutan yang tertuang dalam ESG Blueprint, yaitu Sustainable Finance, Corporate Sustainability, serta Inclusion & Resilience. Ketiga pilar ini mengintegrasikan kerangka ESG dengan lima pilar keberlanjutan BNI sebagai dasar penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.
Dari sisi pembiayaan, BNI terus memperluas portofolio berkelanjutan melalui pengembangan skema Sustainability-Linked Loan (SLL) dan green financing. Skema tersebut dirancang untuk mendorong peningkatan kinerja ESG debitur sekaligus mendukung upaya penurunan emisi menuju target Net Zero Emission pada 2060.
Komitmen BNI terhadap keuangan berkelanjutan juga tercermin dari penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun pada 2025 yang memperoleh peringkat idAAA, serta Green Bond Rp5 triliun pada 2022. Dana hasil penerbitan instrumen tersebut dialokasikan untuk pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial sesuai standar nasional maupun internasional.
(Shifa Nurhaliza Putri)