Hingga pekan pertama Agustus 2026, total insentif KLM yang telah diserap perbankan menembus Rp446,5 triliun (terdiri dari financing channel Rp368,4 triliun, interest rate channel Rp73,2 triliun, dan financing to funding channel Rp4,9 triliun).
Sektor perbankan domestik juga ditopang oleh fundamental yang kokoh. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) per Juni 2026 berada di posisi tinggi yakni 23,70 persen.
Sementara rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) terjaga di level 2,09 persen secara bruto dan 0,82 persen secara neto, disokong rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 23,10 persen per Juli 2026.
Mulai 1 September 2026, BI resmi memberlakukan pembaruan desain KLM yang memberikan total potensi insentif potongan Giro Wajib Minimum (GWM) hingga 6 persen dari DPK.
Dalam skema baru ini, interest rate channel dialihkan menjadi skema KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU) dengan insentif 2 persen bagi bank yang mengelola kepemilikan SBN dan SRBI non-repo rupiah di bawah batas 19 persen dari total pendanaan.
Sementara itu, alokasi insentif financing channel disesuaikan menjadi maksimal 4 persen dari DPK.
(NIA DEVIYANA)