IDXChannel—Kementerian Perdagangan akan mempercepat perundingan Perjanjian Perdagangan Indonesia–Maroko (Indonesia–Maroko Trade Agreement) dan menargetkan kesepakatan dapat diselesaikan secara komprehensif pada 2027.
Perjanjian Perdagangan Indonesia–Maroko berpeluang membuka pintu ekspor yang lebih luas bagi Indonesia. Indonesia telah menjalin hubungan perdagangan bilateral dengan negara tersebut.
Melansir laman resmi Kemendag (28/8/2026), Maroko adalah negara tujuan ekspor Indonesia yang ke-72. Nilai perdagangan kedua negara mencapai USD235 juta sepanjang tahun lalu, naik 33 persen secara tahunan.
Pada periode yang sama, nilai ekspor Indonesia ke Maroko mencapai USD154,9 juta. Kemudian pada lima bulan pertama 2026, nilai perdagangan Indonesia–Maroko mencapai USD180 juta, naik 27 persen secara tahunan.
Adapun komoditas ekspor utama dari Indonesia yang dijual ke Maroko adalah kopi, ban pneumatik baru, lemak dan minyak hewani dan nabati, margarin, olahan makanan, dan batu bara.