IDXChannel - Ketidakpastian diperkirakan masih akan menjadi ciri utama perekonomian global dalam beberapa waktu ke depan. Di tengah berbagai risiko tersebut, Indonesia dinilai perlu memperkuat pengelolaan risiko, menjaga kepercayaan pasar, serta memastikan stabilitas nilai tukar agar dampaknya terhadap ekonomi domestik dapat diminimalkan.
Senior Economist Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani, mengatakan kondisi ekonomi global saat ini masih dibayangi berbagai faktor yang memicu ketidakpastian, mulai dari dinamika politik hingga kondisi pasar keuangan internasional.
"Kalau ekonomi global ini kan kita lihat memang ketidakpastian itu akan terus terjadi. Jadi kalau dikatakan sampai kapan, maka saya mengatakan adalah kepastian itu adalah ketidakpastian," katanya dalam acara CIMB Niaga Wealth Talks! Global Pressures, Domestic Realities: Economics Insights to Start The Second Semester 2026, Rabu (5/8/2026).
Aviliani menilai penting di kondisi saat ini mengenali profil risiko. Menurutnya, setiap risiko harus dipetakan agar pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat dapat menentukan langkah yang tepat dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi.
Salah satu risiko global yang menjadi perhatian adalah banyaknya negara yang menggelar pemilihan umum. Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi pergerakan indeks dolar AS dan menyebabkan pelemahan sejumlah mata uang, termasuk rupiah.