IDXChannel - Bank Indonesia (BI) menilai ruang penyaluran kredit perbankan nasional masih sangat terbuka untuk diakselerasi.
Meski penyaluran kredit perbankan melonjak sebesar 13,58 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Juli 2026, salah satu tantangan utama kini berada di sisi permintaan (demand side), di mana dunia usaha belum sepenuhnya mencairkan fasilitas pembiayaan yang telah disediakan bank.
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis menjelaskan bahwa dinamika penyerapan kredit dari korporasi swasta masih terus didalami oleh otoritas moneter.
"Kalau dari sisi korporasinya juga, fasilitas banyak yang belum dipakai. Kami belum pakai semua, karena kami masih melihat," ujar Alexander dalam Taklimat Media BI di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Alexander menjelaskan laju penyaluran kredit pada sektor-sektor prioritas pemerintah tercatat melaju kencang. Namun, BI mendorong perbankan tidak hanya berfokus pada sektor prioritas utama, tetapi juga turut memperluas portofolio ke sektor-sektor penopang yang terintegrasi, seperti transportasi, distribusi, hingga pertanian.