"Intensi kita tetap mempertahankan financing itu sebenarnya pengennya bahwa sektor-sektor lain juga menopang sektor-sektor pemerintah," ujar dia.
Untuk memicu penyaluran tersebut, BI mengoptimalkan pembaruan skema Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang mencakup saluran pembiayaan (financing channel) serta saluran pendalaman pasar uang (PPU channel).
"Di KLM itu ada sisi financing-nya, ada sisi PPU-nya," kata Alexander.
Dukungan kelonggaran likuiditas serta biaya pendanaan (cost of fund) yang lebih rendah diharapkan dapat membantu bank meningkatkan penilaian risiko debitur sehingga mampu menawarkan tingkat bunga kredit yang lebih kompetitif.
Alexander menggarisbawahi pemulihan fungsi intermediasi memerlukan langkah simultan dari kedua belah pihak. Di saat perbankan memegang likuiditas melimpah, sektor swasta pun dituntut untuk lebih agresif dalam mengeksekusi rencana ekspansi bisnis.
"Kalau bank-nya sudah, tapi belum sekencang yang kita harapkan. Sama juga di mana belum se-willing sektor swastanya yang kita harapkan," ujarnya.