Untuk mengantisipasi adanya sumbatan aliran dana di pasar riil, Bank Indonesia terus membangun komunikasi intensif dengan jajaran manajemen perbankan. Upaya ini difokuskan untuk mengurai setiap hambatan distribusi likuiditas antarbank dengan tetap mengedepankan manajemen risiko yang terkelola secara ketat.
Di samping itu, BI berkomitmen mempercepat pendalaman pasar uang melalui kemitraan strategis bersama asosiasi pelaku pasar, sektor perbankan, dan otoritas terkait lainnya agar tercipta pasar uang domestik yang dalam, likuid, serta efisien.
Sebagai fungsi kontrol, bank sentral memastikan bakal terus memperketat pengawasan dan surveilans guna menegakkan kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku, sekaligus memastikan perilaku para pelaku pasar tetap bergerak dalam koridor batas kewajaran.
Destry menegaskan, Bank Indonesia juga terus melakukan komunikasi intensif dengan perbankan agar hambatan distribusi likuiditas antar bank dapat teratasi dengan risiko yang terkelola dengan baik. Selain itu, upaya pengembangan pasar uang juga terus dilakukan berkolaborasi dengan asosiasi pasar, perbankan, dan otoritas lainnya, agar tercipta pasar uang yang dalam, likuid, dan efisien.
“Surveilans dan pengawasan terus diperkuat dalam penegakan ketentuan dan memastikan perilaku pasar selalu dalam koridor yang wajar,” katanya.