IDXChannel - Industri asuransi nasional dituntut untuk memperkuat fundamental di tengah ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar yang membayangi semester II-2026.
Fokus utama industri saat ini beralih pada penguatan struktur permodalan, restrukturisasi portofolio, hingga membangun ekosistem kolaboratif untuk menjaga kepercayaan nasabah.
CEO Edvisor.id, Praska Putrantyo, menekankan bahwa di tengah kondisi pasar yang dinamis, perusahaan asuransi harus lebih cermat dalam mengelola balance sheet. Selain itu, aspek profitabilitas, efisiensi, dan menjaga rasio kecukupan modal menjadi kunci untuk menopang kinerja perusahaan hingga akhir tahun.
"Sebenarnya hal yang masih cukup krusial untuk dipertahankan adalah tentu saja di semester dua ini, yaitu perbaikan di imbal hasil investasi. Pengembangan di portofolio karena ini salah satu juga menjadi kontributor untuk meng-cover pembayaran klaim di perusahaan asuransi," ujar Praska dalam acara Anugerah Asuransi Indonesia 2026 garapan IDX Channel dan Edvisor, yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya strategi rebalancing alokasi portofolio investasi seiring dengan volatilitas pasar saham yang dipicu oleh tekanan suku bunga. Praska mengingatkan pelaku industri untuk mengantisipasi potensi penyesuaian suku bunga acuan BI jika inflasi terus menekan ekonomi domestik.