Berdasarkan catatan otoritas moneter, tren temuan uang bodong menunjukkan grafik penurunan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi aparat penegak hukum dan peningkatan teknologi pengaman pada lembaran uang kertas edisi terbaru.
"Jumlah temuan uang rupiah palsu menunjukkan tren yang menurun, dari 5 ppm (piece per million atau 5 lembar dalam setiap 1 juta uang beredar) pada 2023 menjadi 4 ppm pada 2024–2025, dan terus menurun menjadi 1 ppm pada April 2026," ujar Ricky.
Menyusutnya ruang gerak sindikat pemalsu uang ini sejalan dengan kualitas Uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2022 yang semakin mumpuni. Bahkan, desain dan sistem keamanan mata uang Garuda telah mendapatkan berbagai pengakuan prestisius di kancah internasional.
Pecahan Rp50.000 TE 2022 berhasil meraih peringkat ketiga dunia sebagai uang yang paling aman dan sulit dipalsukan berkat 17 unsur pengaman canggih di dalamnya. Di sisi lain, otoritas memastikan bahwa produk uang tiruan yang selama ini beredar di pasaran sebenarnya dibuat secara amatiran.