“BWS memiliki karakter portofolio yang cukup terdiversifikasi, baik dari sisi mata uang, jenis penggunaan kredit, maupun sektor ekonomi. Dalam situasi suku bunga yang meningkat, struktur seperti ini menjadi penting karena dapat membantu bank menjaga kualitas aset dan mengurangi konsentrasi risiko,” ujar Aditya.
Berdasarkan mata uang, penyaluran kredit BWS mencakup pembiayaan dalam rupiah dan valuta asing.
Pengelolaan eksposur tersebut menjadi perhatian di tengah pergerakan nilai tukar serta dinamika pasar keuangan global, khususnya bagi debitur dengan kebutuhan pembiayaan atau sumber pendapatan dalam valuta asing.
Dari sisi penggunaan kredit, pembiayaan BWS berasal dari beberapa segmen, mulai dari kredit modal kerja, kredit investasi, hingga kredit konsumsi. Perbedaan karakter masing-masing segmen membuat bank perlu menjaga komposisi portofolio agar risiko tetap terkendali.
Selain itu, distribusi kredit ke sejumlah sektor ekonomi juga menjadi bagian dari strategi pengelolaan risiko. Ketika terjadi tekanan pada sektor tertentu, bank dengan portofolio yang lebih tersebar memiliki peluang lebih besar untuk menjaga stabilitas kualitas kredit.