Aditya menilai, kondisi suku bunga tinggi membuat aspek kehati-hatian dalam ekspansi kredit menjadi semakin penting. Bank tidak hanya dituntut menjaga pertumbuhan penyaluran kredit, tetapi juga memastikan kualitas debitur tetap terjaga.
“Bank yang menjaga keseimbangan antara kredit produktif, kredit konsumsi, eksposur sektor usaha, dan profil mata uang akan memiliki fleksibilitas lebih baik dalam menghadapi perubahan siklus suku bunga. Kuncinya tetap pada selektivitas kredit dan monitoring kualitas debitur,” ujar Aditya. (Aldo Fernando)