sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BI Soroti Penurunan Likuiditas di Sejumlah Kelompok Bank, Ini Penyebabnya

Banking editor Anggie Ariesta
28/08/2026 14:53 WIB
Penyaluran kredit perbankan mencatatkan pertumbuhan 13,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara penghimpunan DPK hanya tumbuh sebesar 7,7 persen.
BI Soroti Penurunan Likuiditas di Sejumlah Kelompok Bank, Ini Penyebabnya. Foto: iNews Media Group.
BI Soroti Penurunan Likuiditas di Sejumlah Kelompok Bank, Ini Penyebabnya. Foto: iNews Media Group.

Penurunan rasio AL/DPK per Juli 2026 tercatat terjadi pada tiga kelompok bank, di mana kelompok Bank BUMN (Himbara) mengalami koreksi tipis menjadi 16,12 persen dibandingkan posisi Juni 2026 yang sebesar 16,18 persen. 

Sementara itu, kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD) mencatatkan penyusutan rasio dari 25,61 persen pada bulan sebelumnya menjadi 23,93 persen, yang kemudian diikuti kelompok BUSN KBMI 1 & 2 yang juga terkoreksi menjadi 29,70 persen dari posisi 30,49 persen pada Juni 2026.

Sebaliknya, penguatan likuiditas justru terjadi pada kelompok BUSN KBMI 3 & 4 yang naik menjadi 27,38 persen (dari 26,24 persen pada Juni 2026) serta Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) yang melesat ke posisi 83,62 persen (dari 81,75 persen pada Juni 2026).

Hingga Juli 2026, total kepemilikan Surat-Surat Berharga (SSB) industri perbankan menembus Rp2.452 triliun. Portofolio tersebut terbagi atas Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 49,96 persen, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar 24,67 persen, serta instrumen non-SBN/SRBI sebesar 25,37 persen.

Berdasarkan konsentrasi kepemilikannya, sebanyak 25 bank menguasai porsi SSB terbesar yakni 48,4 persen. Selanjutnya, 44 bank memegang porsi 36,8 persen, 34 bank mengantongi 11,7 persen, serta 13 bank memiliki porsi 3,2 persen.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement