AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

BI Tambah Likuiditas Perbankan Rp137,24 Triliun hingga November 2021

BANKING
Michelle Natalia
Kamis, 18 November 2021 15:27 WIB
BI telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sebesar Rp137,24 triliun pada tahun 2021 (hingga 16 November 2021). 
BI Tambah Likuiditas Perbankan Rp137,24 Triliun hingga November 2021 (Dok.MNC Media)
BI Tambah Likuiditas Perbankan Rp137,24 Triliun hingga November 2021 (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Kondisi likuiditas Indonesia sangat longgar didorong kebijakan moneter yang akomodatif dan dampak sinergi Bank Indonesia (BI) dengan pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

BI telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sebesar Rp137,24 triliun pada tahun 2021 (hingga 16 November 2021). 

"Sepanjang 2021, Bank Indonesia telah melakukan pembelian SBN di pasar perdana untuk pendanaan APBN 2021 sebesar Rp143,32 triliun sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 16 April 2020 sebagaimana telah diperpanjang tanggal 11 Desember 2020 hingga 31 Desember 2021," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis(18/11/2021).

Pembelian tersebut terdiri dari Rp67,87 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp75,46 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO). 

Dengan ekspansi moneter tersebut, kondisi likuiditas perbankan pada Oktober 2021 sangat longgar, tercermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi, yakni 34,05% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 9,44% (yoy). 

"Likuiditas perekonomian meningkat, tercermin pada uang beredar dalam arti sempit (M1) dan luas (M2) yang tumbuh meningkat masing-masing sebesar 14,6% (yoy) dan 10,4% (yoy). Pertumbuhan uang beredar tersebut terutama didukung oleh peningkatan ekspansi fiskal dan kredit perbankan," pungkasnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD