IDXChannel - Bank Indonesia (BI) terus memperkuat implementasi langkah-langkah digitalisasi sistem pembayaran sesuai dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 untuk semakin memperluas kegiatan ekonomi digital dan keuangan inklusif.
Hal tersebut dilakukan melalui perluasan program QRIS Jelajah Indonesia 2026 dengan target merchant QRIS sebanyak 47 juta pada 2026.
"Ini bertujuan guna meningkatkan aktivitas ekonomi keuangan digital yang inklusif, termasuk UMKM," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers hasil RDG Rabu (20/5/2026).
Adapun pelaksanaan QRIS Antarnegara Indonesia-China sebagai upaya perluasan konektivitas pembayaran digital lintas negara setelah kesuksesan konektivitas QRIS dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan.
Selain itu, BI juga menyelenggarakan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI): Digdaya dan Hackathon melalui program pelatihan tingkat lanjutan. Ini bertujuan untuk semakin memperluas penciptaan kewirausahaan dan usaha digital inklusif (digital business entrepreneurship) baik di bidang jasa keuangan, UMKM, maupun layanan umum sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru dan perluasan lapangan kerja.
Adapun hingga April 2026, bolume transaksi pembayaran digital mencapai 5,15 miliar transaksi atau tumbuh 42,86 persen (yoy) didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital. Sedangkan transaksi QRIS terus tumbuh tinggi mencapai 108,43 persen (yoy).
(kunthi fahmar sandy)