"Ternyata memang untuk posisi di kuartal 1 dan kuartal ke-2 yang warna biru bar-nya, ternyata tidak banyak yang punya kepemilikan kredit atau tidak bergerak kepemilikan kreditnya, masih di sekitar 35 sampai 34 persen," katanya.
Menurut Aida, kondisi tersebut membuat pelaku UMKM masih mengandalkan sumber pembiayaan di luar perbankan. Sumber pembiayaan yang banyak digunakan antara lain perputaran modal, uang muka, serta pinjaman dari keluarga.
"Kalau ditanya apa sih yang menjadi sumber daripada pembiayaan mereka, ternyata yang paling banyak itu adalah terkait dengan perputaran modal, tapi juga uang muka dan pinjaman dari keluarga. Jadi itu yang masih menjadi sumber utama dari UMKM," tuturnya.
Di sisi lain, Aida menegaskan UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian Indonesia. UMKM disebut mencakup 99 persen unit usaha nasional, berkontribusi sekitar 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), serta menyerap 97 persen tenaga kerja.
Dia juga menyoroti besarnya peran perempuan dalam sektor UMKM. Lebih dari 60 persen pelaku UMKM disebut merupakan perempuan.