sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BNI Gelar Program Desa Sehat Bebas Stunting di Pangalengan, Sasar Anak hingga Ibu Hamil

Banking editor Febrina Ratna Iskana
20/06/2026 13:00 WIB
BNI memperkuat dukungan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui Program Desa Sehat Bebas Stunting di Kecamatan Pangalengan.
BNI Gelar Program Desa Sehat Bebas Stunting di Pangalengan, Sasar Anak hingga Ibu Hamil. (Foto: iNews Media Group)
BNI Gelar Program Desa Sehat Bebas Stunting di Pangalengan, Sasar Anak hingga Ibu Hamil. (Foto: iNews Media Group)

Program tersebut juga mencakup pemberian nutrisi dan tablet tambah darah kepada 50 remaja putri sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Seluruh rangkaian intervensi akan dilaksanakan selama tiga bulan dengan pendampingan dan pemantauan berkala untuk memastikan efektivitas program.

Okki menjelaskan, penanganan stunting menjadi salah satu prioritas penting dalam pembangunan nasional. Menurut dia, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini karena kondisi tersebut dapat menghambat tumbuh kembang anak dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.

Kabupaten Bandung dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena masih membutuhkan penguatan upaya pencegahan stunting. Berdasarkan data SSGI 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Bandung tercatat sebesar 24,1 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Barat.

Selain pemenuhan gizi, Program Desa Sehat Bebas Stunting juga diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan keluarga, memperkuat peran posyandu, serta mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

BNI menilai keberhasilan penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, maupun masyarakat. Karena itu, program ini dirancang dengan pendekatan terintegrasi melalui edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, dan pemantauan kondisi penerima manfaat.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement