Sebagai bank jangkar internasional milik negara yang aktif mengawal transaksi perdagangan luar negeri, BNI menegaskan kesiapan infrastruktur IT dan sistem operasionalnya untuk menampung limpahan likuiditas valas tersebut. Langkah mitigasi dan pendekatan proaktif kepada para nasabah kakap di sektor komoditas juga telah dijalankan.
Perseroan telah menyiapkan layanan digital terintegrasi lewat platform cash management andalannya guna memastikan pelaporan dan pengelolaan arus kas (cash flow) para eksportir tetap berjalan mulus tanpa hambatan birokrasi.
“Kami telah proaktif melakukan sosialisasi kepada nasabah eksportir SDA terkait mekanisme baru ini. BNI juga menyiapkan relationship manager khusus serta penguatan solusi keuangan digital melalui BNIdirect fitur DHE SDA untuk mendukung proses, monitoring, reporting ke pemerintah serta pengelolaan transaksi DHE SDA secara lebih terintegrasi, efisien, dan seamless, sehingga nasabah eksportir dapat menjaga dan mengatur cash flow supaya lebih optimal,” kata Okki.
Menyambut guliran aturan baru ini, BNI juga telah menyusun arsitektur strategi lanjutan di sektor treasury. Bank berkode saham BBNI ini bersiap meluncurkan bauran instrumen investasi valas yang kompetitif, serta memposisikan diri sebagai agen utama pemerintah dalam menyalurkan instrumen Surat Berharga Negara (SBN) valas domestik khusus yang didesain khusus untuk menampung dana DHE SDA tersebut.
(NIA DEVIYANA)